0

Binalnya Guru Wali Kelas Anakku

Agen poker, judi poker

Hubungan seks antara orang tua murid bersama guru cantik berpayudara montok

Berita Terbaru – Sbg satu orang kepala hunian tangga yg mempunyai seseorang anak cowok yg sudah memasuki ke arena pendidikan pastinya amat membahagiakan. Ini berlangsung denganku waktu anakku yg bernama Jerry sudah memasuki SD kelas 1.

Sesudah istriku wafat dikarenakan terkena penyakit kanker payudara, akulah satu-satunya yg mesti mengurusi anakku, Jerry. Dengan Cara jujur, kehidupanku teramat menyedihkan di bandingkan sebelum istriku wafat. Sekarang Ini semuanya kulakukan sendiri seperti mengajari anakku mengerjakan PR-nya, memasak yg pastinya bercampur bersama kesibukanku di kantor yang merupakan salah seorang terpenting di perusahaan Jepang yg berdomisili di Jakarta.

binalnya-guru-wali-kelas-anakku

Kadang-kadang saya jadi bingung sendiri sebab bagaimanapun masakanku tak sesempurna istriku & untunglah Jerry, anakku satu-satunya tak sempat mengkritik hasil masakanku meski saya tahu bahwa seluruh hasil masakanku tak enak lantaran kadang-kadang terlampaui asin & kadang-kadang gosong. Satu Buah hri Jerry memberitahuku bahwa saya harus datang ke sekolahnya sebab gurunya mau berjumpa denganku.

Terhadap hri yg telah ditentukan, saya bertolak ke sekolah anakku utk berjumpa Ibu Diana & tatkala saya berjumpa dengannya, saya jadi pass panik & untunglah perasaan itu bakal kukuasai dikarenakan bagaimanapun saya berangkat dgn anakku & saya tak mau anakku membaca kegugupanku itu. Hasilnya saya dipersilakan duduk oleh ibu guru yg nyatanya belum menikah itu sebab saya tak menyaksikan cincin kawin di jarinya & pun beliau mengaku sendiri bahwa beliau tetap single saat kupanggil beliau dgn sebutan Ibu Diana.

Didalam percakapan itu, dirinya menceritakan berkenaan pelajaran Jerry yg agak tertinggal dgn murid-murid yang lain. Nyatanya baru diketahui dari pernyatan Jerry, bahwa meskipun dirinya rajin mengerjakan PR tapi dirinya tak sempat mengulang pelajarannya lantaran waktunya dihabiskan buat main-main Play Station yg kubelikan untuknya sehari sesudah kepergian istriku biar beliau tak menangis lagi.

Hasilnya diperoleh kesepakatan bahwa Ibu Diana dapat memberikan anakku les privat & sesudah kami sama-sama sepakat menyangkut harga perjamnya, kami bersalaman & meninggalkan sekolah itu. Selagi perjalanan ke hunian, saya senantiasa teringat dgn wajah imut guru bujang anakku itu.

Sore harinya sesudah saya tidur sore, saya teringat bahwa 1 jam akan datang guru anakku mendatang & berarti saya pun mesti bersiap-siap buat menyambutnya. Sesudah guru Jerry datang & saya mengajaknya ngobrol utk sekian banyak diwaktu, dirinya seterusnya minta izin utk mengawali les privat utk anakku. Saya cuma mengangguk & meninggalkan mereka berdua. Saya sejak mulai membaca koran Kompas hri itu & saya sekali-kali melakukan pencurian pandang terhadap guru anakku yg sedang mengajari Jerry. Kulihat bahwa Ibu Diana ini pass pengertian dalam mengajari anakku yg kadang-kadang masihlah pass bingung bakal materi yg dipelajarinya.

Dua jam berlalu sudah dan kusadari bahwa jam privat les sudah usai dan ketika dia hendak pulang ke rumahnya, aku menawarkan kepadanya untuk mengantarkannya berhubung hari sudah malam dan aku tahu persis bahwa tidak ada lagi kendaraan umum pada jam-jam begitu di sekitar rumahku. Akhirnya aku mengeluarkan mobil BMW kesayanganku dan setelah aku bersiap-siap, aku menyuruh Jerry untuk mengulang pelajaran yang tadi sementara aku akan mengantarkan gurunya pulang. Jerry menuruti ucapan ayahnya dan tanpa basa basi, dia mulai membuka kembali bukunya dan mengulang materi yang baru saja dipelajarinya.

Aku kemudian mulai menyuruh Ibu Diana untuk masuk dan kemudian aku memulai mengendarai mobil itu setelah aku menutup pintu gerbang tentunya karena aku tidak mempunyai pembantu rumah tangga saat itu. Di tengah perjalanan, kami bercakap-cakap mengenai segala hal dan mengenai perubahan yang dialami Jerry setelah ibunya meninggal dunia. Nampaknya Ibu Diana serius sekali mendengarkan curahan hatiku yang kesepian setelah ditinggal oleh istriku.

Tiba-tiba ketika kami sedang asyik bercakap-cakap, aku melihat sekilas seorang anak kecil yang sedang lari menyeberang sehingga dengan secepat kilat, aku langsung mengerem secara mendadak dan disaat aku mengerem mendadak itu, karena Ibu Diana lupa tidak memakai “Seatbelt”, dia langsung jatuh kedalam pelukanku. Dia nampaknya malu sekali setelah kejadian itu tetapi setelah aku bilang tidak apa-apa, dia kembali seperti sediakala dan sekarang kami nampaknya semakin akrab dan aku menjadi sangat kaget dikala dia minta tolong untuk pergi ke motel terdekat karena dia ingin buang air dengan alasan bahwa rumahnya masih sangat jauh.

Aku melihat ekspresi wajahnya seperti orang yang menahan sesuatu sehingga akhirnya aku menyetujui untuk pergi ke motel terdekat untuk menyelesaikan ‘bisnis’nya.

Akhirnya kami berada di dalam sebuah motel murah yang tidak jauh dari tempat aku mengerem mendadak tadi. Setelah berada di dalam kamar, aku langsung duduk di tepi ranjang sementara Ibu Diana dengan kecepatan yang luar biasa langsung pergi ke arah toilet yang berada di dalam kamar motel itu. Beberapa menit kemudian, aku dikagetkan oleh Ibu Diana yang keluar dari dalam toilet dengan mendadak.

“Bu.. ada apa?” aku mendadak gugup bercampur kepingin melihat tubuh Ibu Diana yang sangat indah itu.

Tapi tiba-tiba Diana menarikku dan langsung mencium bibirku. Sepertinya aku mau meledak! Ibu Diana yang tingginya 172 cm, rambut panjang dan tubuhnya sempurna sekali, padat, keras, sedikit berotot perut, pokoknya seksi sekali. Diana menuntun tanganku ke dadanya. Disuruhnya aku meremas-remas dadanya. Belakangan kuketahui ukuranya 34C. Kemudian dia sendiri melepas bajunya dengan senyumnya yang menggoda sekali. Aku hanya diam terpaku melihat caranya melepas pakaian dengan pelan-pelan dengan gaya yang menggairahkan sambil menggoyang pinggulnya.

Kemudian terlihatlah semua bagian tubuhnya yang biasanya tersembunyi. Dadanya yang montok kencang menggantung-gantung, bulu kemaluannya yang tipis rapi, tubuhnya yang putih mulus sangat menggairahkan. Batang kejantananku juga sudah membesar mengeras lebih dari biasanya. Lalu Diana kembali merapatkan tubuhnya ke arahku, ditempelkannya mulutnya ke kupingku, menjilatinya dan berbisik kepadaku,

“Kamu akan merasakan seperti di surga.” Tapi aku masih berusaha menghindar walaupun sebenarnya aku mau kalau tidak pemalu.
“Nanti kalau teman-teman datang bagaimana?”
“Tenang saja saya sudah bilang mau tidur sebentar di sini dan jangan diganggu.”

Gile sudah direncanakan! Tanpa kusadari kemejaku sudah lepas (ke mana-mana aku biasa memakai kemeja lengan pendek) Diana menjilati perutku dan terus ke bawah. Aku masih diam ketakutan. Sampai akhirnya dia membuka celana dalamku.

“Wah, ini akan hebat sekali. Begitu besar, keras. Belum pernah aku melihat seperti ini di film porno.”

Diana mulai mengisap-isap batang kemaluanku (baru-baru ini aku tahu namanya disepong karena almarhum istriku tidak pernah melakukannya).

“Aaarghh.. argh..” aku baru sekali senikmat itu.
“Kamu mulai bergairah kan, Sayang?” Baru kali itu dia memanggilku sayang.

Aku benar-benar bergairah sekarang. Kuangkat tubuhnya ke kasur kujilati liang kewanitaannya yang sudah basah itu.

“Nnngghhh.. ngghhh.. aaahh… ahhh” Diana mulai mengerang-ngerang.

Tapi itu membuatku makin bergairah. Kuhisapi puting susunya yang berwarna pink. “Aahhh.. yeahh.. Tak kusangka kamu agresif sekali.” Kumasukkan jariku ke liang senggamanya. Kusodok-sodok makin lama makin cepat. Diana hanya bisa mengerang, mendesah-desah.

“Ricky, cepat masukkan.. ahhnggh.. cepat, Diana udah nggak tahan.. ahhh.. Tapi pelan-pelan, Diana masih perawan.”

Waktu itu aku tidak memikirkan dia perawan atau tidak. Aku hanya memasukkan batang kemaluanku dengan pelan-pelan, sempit sekali. Benar-benar masih perawan, kupikir. Liang kewanitaannya begitu ketat menjepit batang kejantananku. Sampai akhirnya batang kemaluanku yang panjangnya 20 cm dan diameternya 3,8 cm amblas semua.

“Aaakkhhh…” lagi-lagi teriakannya membuatku bersemangat sekali. Kusodok sekuat-kuatnya, sekancang-kencangnya. “Ngghhh.. Rickkk.. gede banget.. aanggghh.. indah sekali rasanya.”

Kemudian kami mengganti posisi nungging. “Plok.. plok.. plok..” suara waktu aku sedang menggenjotnya dari belakang. Dadanya berayun-ayun. Diana kadang meremasnya sendiri. “Aahhh.. lagi.. lebih cepat.. Aaahhh.. Diana udah keluar.. Kamu keluarin di luar, ya!” Tidak lama kemudian akupun keluar juga.

Kusemprot maniku ke sekujur tubuh Diana yang lemas tak berdaya. Dijilatinya lagi batang kenikmatanku sampai lama sekali sampai-sampai keluar lagi. Dengan nafas masih memburu terengah-engah, Diana memakai pakaiannya kembali. “Kamu hebat sekali Rick. Diana puas sekali. Sebenarnya aku sudah jatuh hati kepadamu pada pandangan pertama.” Kemudian sebelum keluar kamar Diana kembali mencium bibirku. Kali ini aku tidak malu lagi, kucium dia sambil kupegang payudaranya.

Setelah kenikmatan bersama itu, kami berpelukan untuk beberapa menit dan kami berciuman lagi untuk beberapa lama. Sejujurnya aku sudah jatuh hati kepada guru anakku sejak pertama kali bertemu dan sekarang baru kusadari bahwa dia juga telah jatuh hati kepadaku. Setelah itu aku kemudian berkata kepadanya.

Simak Juga: Aku Perawani Pembantu ketika Istriku Mens

“Diana, aku ingin kamu menjadi kekasihku yang bersedia mengajari Jerry..” Belum selesai aku menyelesaikan kata-kataku, Diana langsung menciumku dan aku membalasnya dengan penuh kemesraan dan tentunya berbeda dengan perlakuan kami yang baru saja terjadi.

Setelah kami berciuman untuk beberapa menit, Diana langsung berkata kepadaku, “Ricky, aku juga ingin memiliki kekasih dan ternyata aku sekarang menemukannya dan aku ingin menikah denganmu dan kita bisa bersama-sama mendidik Jerry.” Setelah kejadian itu, Diana sering pergi keluar bersamaku dan Jerry.

Filed in: Cerita Tags: , , , , ,

Recent Posts

Bookmark and Promote!

Silakan Komentar Sobat

Leave a Reply

Submit Comment
© 2016 Berita Terbaru. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Proudly designed by Theme Junkie.
Page Rank


Agen bola, agen judi